Beranda > Aspagin, Ayam Gagak, AYam Ketawa, Berita AYam Ketawa / Manu Gagak, Manu Gagak > Ayam Gagak Sebagai Ternak Kesayangan Para Raja

Ayam Gagak Sebagai Ternak Kesayangan Para Raja

Kabupaten Sidrap yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras di Sulsel, juga sebagai kantong telur terbesar di KTI, sejak beberapa tahun terakhir ini juga dikenal sebagai daerah asal muasal ditemukannya ayam gagak atau yang lebih dikenal secara nasional dengan sebutan ayam ketawa, yang mempunyai bunyi khas dan unik.

Untuk lebih mengetahui ditemukannya populasi ayam gagak tersebut, berikut petikan wawancara khusus dengan pendiri komunitas pencinta ayam gagak yang tergabung dalam Persatuan Ayam Gagak Indonesia (PAGI) Pusat Sidrap, H Rusli Parakkasi, dengan wartawan Harian Ujungpandang Ekspres, Hasman Hanafi, saat ditemui di kediamannya di Rappang Sidrap, belum lama ini.

Bagaimana cerita awalnya ditemukannya ayam gagak ini?

Konon, ayam gagak merupakan salah satu binatang kesayangan para raja-raja terdahulu yang pernah berkuasa didaerah ini.

Kenapa ayam yang menjadi pilihan binatang kesayangan para raja?

Karena ayam gagak merupakan binatang yang dinilai mampu memberikan beberapa isyarat tertentu, disamping mempunyai ciri khas bunyi yang unik, juga sebagai binatang yang mampu mengingatkan waktu tertentu atau gejala-gejala lainnya jika terjadi sesuatu, seperti kebakaran dan lain sebagainya.

Apakah ayam gagak sekarang ini masih dipercaya sebagai isyarat waktu?

Di zaman modern seperti sekarang ini, ayam tidak lagi mempunyai peran seperti itu, namun masih ada sebagain masyarakat kita yang percaya dengan hal itu, khususnya orang-orang tua kita yang pernah merasakan dan membuktikan sendiri isyarat yang diperlihatkan ayam.

Bagaimana populasi ayam gagak di Sidrap sekarang ini ?

Populasi ayam gagak sekarang ini sudah banyak, karena sebagian masyarakat kita menjadikannya sebagai mata pencaharian sampingan yang dinilai mampu memberikan sumber pendapatan yang menjanjikan, sambil menjalankan aktivitas utamanya sebagai masyarakat petani.

Apakah ayam gagak sekarang ini sudah dikenal secara nasional?

Iya, ayam gagak sekarang ini tidak hanya dikenal di daerah ini, bahkan sudah dikenal secara nasional lewat pemberitaan media elektronik, namun ayam gagak ini hanya dikenal secara luas di masyarakat, khususnya di Pulau Jawa sebagai ayam ketawa saja.

Kenapa harus digelari ayam gagak dan kenapa bukan ayam ketawa ?

Bagi masyarakat pencinta ayam gagak di luar Sulsel, sebagian besar belum bisa membedakan kriteria bunyi yang dimiliki ayam gagak ini, yang penting bunyi dan suaranya enak didengar, padahal di Sidrap ini, sejak dulu masyarakat pencinta ayam gagak sudah mampu membedakan dua kriteria bunyi tersebut yaitu, kategori dangdut dan kategori slow.

Kenapa harus diberikan kategori bunyi dangdut dan slow ?

Karena kedua bunyi ayam gagak tersebut menyerupai suara atau irama dangdut dan slow. Kalau bunyi dangdut, suara ketukannya lebih sering, sedangkan untuk bunyi slow, suaranya agak lamban dan panjang.

Mana diantara dua kategori ini yang paling diminati ?

Pada dasarnya, kedua kategori ayam tersebut masing-masing enak didengar dan komunitas pencintanya juga hampir sama, namun sejak beberapa tahun terakhir ini, kategori ayam gagak berirama slow peminatnya semakin besar dan harganyapun juga sedikit mahal.

Bagaimana respon Pemkab Sidrap?

Sejauh ini, Pemkab Sidrap telah memberikan bantuan begitu besar dalam rangka melestarikan budaya ayam gagak ini, dan dalam waktu dekat ini, pihak PAGI bersama Pemkab Sidrap akan mempatenkan ayam gagak ini sebagai suatu budaya yang lahir di daerah ini.

*http://www.ujungpandangekspres.com/

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: